Showing posts with label Strategi. Show all posts
Showing posts with label Strategi. Show all posts

Saturday, March 10, 2012

Rahasia Bandarmology / Bandarmologi

Apa itu bandarmologi (ilmu perbandaran) ?
1. Bagaimana cara seorang market maker mengumpulkan barang, membentuk opini dan melakukan distribusi?
2. Bagaimana emiten melakukan kalkulasi dan manipulasi dalam laporan keuangan?
3. Bagaimana memprediksi tujuan corporate action emiten?

Contoh Kasus :
1. APIC direkomendasikan stay away sebelum Right Issue dan setelah RI justru member direkomendasi masuk di harga 102-105 dan harga kemudian naik hingga 550. (Target Jual >= 250)

2. Sementara FREN walaupun Right Issue di 100 namun justru tidak disarankan membeli karena soal "GoodWill" dan Obligasi Wajib Konversi-nya.

3. CLPI disarankan beli di 300-350 kemudian harga naik di atas 2800 karena kasus Merril Lynch dan Prem Harjani. (Target Jual >= 2000)

4. PNLF disarankan beli range 100 - 120. (Target Jual >= 150)

5. DILD disarankan beli range 180 - 185. (Target Jual >= 300)


Semua telah dikupas tuntas hanya di room Bandarmologi Top1 beserta contoh-contoh lain yg up-to-date.

Sunday, May 1, 2011

Antara Trading(Dagang), Spekulasi & Judi

Seorang teman bernama Harris Andoko memberikan kami sebuah tulisan yg cukup menarik berjudul : Antara Trading(Dagang), Spekulasi & Judi

Berikut petikan-nya silahkan disimak :

Orang-orang tua sering bilang Keputusan dalam hidup selalu adalah perjudian, karena tidak ada hal yang pasti, maka orang hanya bisa mengambil keputusan berdasarkan apa yang dia tahu.

Benar sekali, tidak ada yang pasti, dan semua orang memang hanya berjudi berdasarkan apa yang dia tahu. Namun satu hal yang perlu Anda sadari, dalam semua bidang dan dalam setiap transaksi, sekalipun sekelompok orang melakukan keputusan yang sama, namun mereka melakukannya berdasarkan level informasi dan pengetahuan yang berbeda-beda.

Marilah kita berandai-andai.....

Andy bekerja di sebuah perusahaan es krim, PTnya (PT Dingin Sekali) adalah perusahaan publik. Akhir-akhir ini Andy mengetahui bahwa perusahaan Andy berhasil mendapatkan sebuah order dari customer baru yang akan meningkatkan laba perusahaan Andy sebesar 200% dalam waktu 6 bulan mendatang.

Jadi.. Diam-diam Andy pergi ke broker saham Andy dan membeli saham perusahaan Andy sebanyak yang Andy bisa... (Jangan khawatir mengenai peraturan insider trading... Dunia nyata tidak seperti itu, every insider trades!)

Di tempat lain, ada seseorang yang sering jual beli saham, sebut saja dia Jason. Dia mengamati bahwa akhir-akhir ini cuaca memang agak panas. Dia bertaruh bahwa global warming itu benar, dan dia pun membeli sejumlah saham perusahaan es krim Andy.

Di tempat lain lagi, seorang Ibu muda, Susan, yang lagi kebanyakan duit, yang baru mulai belajar membeli saham dan menjadi investor, tidak sabar lagi untuk membeli saham pertamanya. Dan PT Dingin Sekali yang begitu beruntung, menjadi saham pembuka di portfolionya.

Anda lihat... Antara Andy, Jason, dan Susan, walaupun mengambil keputusan yang sama, tetapi kami melakukannya dengan alasan dan informasi yang berbeda.

Bagi Andy, saya bisa mengatakan dengan nyaris pasti Andy akan menang, karena Andy tahu customer baru Pt-nya akan mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan Andy. Maka Andy tidak ragu untuk menyebut diri Andy sebagai pedagang, bahkan investor.

Bagi Jason, saya akan menyebutnya spekulator. Keputusan dia memang ada dasarnya, tetapi tetap saja dia tidak benar-benar tahu apa yang sedang dia lakukan.

Bagi Susan, dia adalah penjudi! Ibu ini sedang mempertaruhkan uangnya tanpa dasar.

Kawan... Jangan mengira karena kita sedang melakukan hal yang sama dengan seseorang, lantas kita pun berada satu level dengan mereka.

Mari kita sambung lagi andai-andai tadi....

6 bulan kemudian, setelah hasil perdagangan kami dengan customer baru itu selesai dan muncul di laporan keuangan publik kami, harga saham perusahaan Andy meroket 4 kali lipat.

Jason, yang gembira atas kepandaian dia, memutuskan untuk take some profit. Dia menjual 12 saham dia, dan menyimpan 12 yang tersisa sambil berharap saham perusahaan eskrim Andy akan terus naik harganya.

Susan, yang gembira atas kepandaian dan keberuntungan dia, memutuskan bahwa 4 kali lipat hanyalah awal. Dia menyimpan semua sahamnya, dan dengan tekat bulat akan terus menunggu hingga sahamnya naik lebih tinggi lagi.

Andy, di sisi lain, mendapatkan informasi rahasia dari pemasok kami di Amerika, bahwa global ternyata tidak warming.... (hehe), bulan-bulan mendatang, yang terjadi malahan adalah global cooling... dan Andy pun menjual semua saham yang Andy miliki, ditambah shortselling atas saham perusahaan Andy.

Cuaca berubah sesuai yang Andy antisipasi, cuaca sangat dingin dan eskrim tidak laku.. Penjualan kami anjlok, dan harga saham pun menukik tajam paska pengumuman laporan keuangan kami yang terbaru.


Andy, lagi-lagi untung besar.

Jason, yang untung saat menjual 12 sahamnya dulu, sekarang rugi atas 12 saham yang tersisa.

Susan yang malang, dia bukan saja tidak pernah mendapatkan keuntungan, sekarang malah harus rugi setelah menunggu 1 tahun.


Jadi, perbedaan antara berdagang, berspekulasi, dan berjudi terletak pada alasan dan informasi yang dimiliki si pembuat keputusan. Semakin Anda mengetahui informasi mengenai apa yang Anda lakukan dan semakin besar kontrol Anda atas hasil dari sebuah kejadian, semakin Anda bisa menyebut diri Anda investor. Sebaliknya, semakin Anda tidak tahu dan tidak bisa memegang kendali atas hasil sebuah kejadian, semakin Anda memenuhi kriteria sebagai seorang penjudi.

Demikian Tulisan dari Harris Andoko yg dikirim ke kami

Monday, March 14, 2011

20 Rules of Trading

Banyak orang membuat keputusan berinvestasi bukan atas dasar analisa namun atas dasar : ajakan teman, broker, rumor, feeling, dll.
Ketika harga bergerak naik umumnya banyak orang begitu antusias membeli, begitu turun justru ketakutan dan panic selling.
Sering terjadi penurunan ini cukup tajam sebelum akhirnya naik lagi.
Tidak lama setelah investor pemula masuk, harga-harga saham yang telah naik tinggi biasanya mengalami koreksi. Nah, pada saat harga saham mengalami koreksi ini biasanya investor pemula didominasi emosi Fear (takut).
Panik karena takut rugi besar, investor segera menjual saham yang dibelinya saat harganya tinggi. Demikianlah investor pemula umumnya buy high sell low.

Kondisi Market sebagian besar dikendalikan oleh emosi / sentimen para pelaku pasar. Kebanyakan pemula ikut-ikutan dan akhirnya terjebak pada posisi yang keliru. Kunci utama terletak pada pengendalian emosi diri. Trading Rute dibuat dengan tujuan untuk membantu pemain saham dalam menguasai emosi sehingga keputusan anda lebih banyak didasarkan atas analisa dan pemikiran yang logis, dan tidak emosional.

20 Trading Rule ini dibuat untuk membantu anda dalam menguasai emosi dan melakukan pengendalian resiko :

Rule 1 : When in Doubt, Stay Out
Rule 2 : Never Trade or Invest Based on Hope
Rule 3 : Act on Your Own Judgement or Else Absolutely and Enriterely on the Judegement of Another
Rule 4 : Buy Weakness, Sell Strength
Rule 5 : Never over Trade
Rule 6 : After A Successful and Profitable Campaign, Take a Trading Vacation
Rule 7 : Take a Periodic Mental Inventory to See How You Are Doing
Rule 8 : Constantly Analyse Your Mistakes.
Rule 9 : Don't Jump The Gun
Rule 10: Don't Try to Call Every Market Turn
Rule 11: Never Enter into A Position without First Establishing a Risk Reward
Rule 12: Cut Losses, Let Profits Run
Rule 13: Place Numerous Small Bets on Low Risks Ideas
Rule 14: Look Down, Not Up
Rule 15: Don't Fight The Trend
Rule 16: Trade Only in Liquid Markets
Rule 17: Never Trade or Invest More Than You Can Reasonably Afford to Loose
Rule 18: Never Meet A Margin Call
Rule 19: Place a Logical Stop Loss
Rule 20: Trade WIth A Plan and Stick to It

Monday, January 31, 2011

KREDIT PEMILIKAN SAHAM (KPS)

Dear Investor yang saya cintai,

Kali ini Saya akan bagi tips untuk para investor.
Tips ini dapat diimplementasikan oleh Karyawan Biasa yang saya beri nama Kredit Kepemilikan Saham (KPS).

Berbeda dengan Kredit Pemilikan Rumah, di mana kita harus sisakan duit tiap bulan untuk membayar hutang + bunga ke bank. Jika kita disiplin untuk membangun kekayaan anda bisa rutin tiap bulan menyisihkan uang anda membeli saham dengan nilai tertentu dan target waktu yang cukup (minimum 5 tahun).

Untuk anda yang belum mahir dan keuangan terbatas bisa mulai dengan Reksadana Saham yang anda percaya Manajer Investasinya. Sisihkan duit tiap bulan misalnya 500 ribu / 1 juta.

Walaupun anda mulai masuk pada end of Bullish di mana harga Saham sedang tinggi-tingginya anda akan terkagum-kagum betapa cepatnya nilai kekayaan anda bertambah nantinya, apalagi kalau masuknya saat end of bearish.

Untuk yang bisa menyisihkan duit >= 10 juta tiap bulan dan mahir analisa bisa KPS saham Blue Chip yang bagi deviden.

Mari kita berhitung :
Buka : http://finance.yahoo.com/q/hp?s=PTBA.JK+Historical+Prices
Pilih Monthly dan Klik Get Prices

Karena di milis lagi sibuk bahas PTBA maka hitung kita masuk PTBA bulan juli 2008 di mana PTBA paling tinggi-tingginya.
Umumnya Investor beli pada saat merah, tapi kita anggap karena kurang pintar kita ambil rata-rata pembelian
Simulasi dengan dana rata-rata 15 juta sebulan. Anda KPS 1 tahun.


Total Dana keluar 179.250.000, sisa 750.000 anggap untuk biaya internet dan fee.
Total 24000 lembar = 48 lot


Trus Jumat kemaren anda jual semua di harga 20 ribu karena sedang turun.
Penerimaan 20000 x 24000 = 480.000.000
Deviden 20.995.200
-------------------------------------- +
Total Penerimaaan 500.995.200
Modal 180.000.000
-------------------------------------- -
Laba Anda 320.995.200

Lihat anda yang awam aja bisa menghasilkan laba > 300 juta lebih
Karena itu tidak heran kalau investor besar suka pasar yang bearish dan lama
karena dengan jumlah uang yang sama, mereka bisa peroleh saham lebih banyak.
Yang Awam jika bisa begitu apalagi yang Smart Investor. Selain menikmati kenaikan
harga kita juga menikmati deviden.

Pertanyaan : Kalau kita mau KPS tapi harganya terus naik?
Jawaban : Bukankah itu keinginan para trader selama ini untuk menikmati keuntungan jangka pendek ?

Nb. KPS menguntungkan dalam jangka panjang jika dapat memilih saham berfundamental baik

Salam Sukses



PangeranTop1

Disclamer on. Semua pembahasan di blog ini adalah untuk belajar bukan anjuran untuk mengambil keputusan membeli ataupun menjual saham.